Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 320 halaman
Pertama kali membaca judul bukunya, saya berpikir “Wah, tumben sekali seorang Primadonna Angela menulis yang ada hubungannya sama gangster?” Ternyata, saya salah sama sekali. Ini bukan cerita mengenai gangster atau yang serem-serem. Istilah Big Brother Complexpun baru kali ini saya tahu. Tapi sewaktu membuka halaman pertama sampailah saya pada halaman yang menjelaskan apa artinya Big Brother Complex.
Jujur, saya langsung merasa flashback ke saat saya sendiripun mengalami Big Brother Complex (BBC) seperti yang dialami oleh Monique, cewek yang menjadi tokoh utama di buku ini. Kamu pengen punya abang tidak? Bukan, bukan abang kakak kandung lho. Adalah Monique yang akrab dipanggil Nikki yang mendaulat Rich untuk menjadi abangnya. Penulis buku ini pintar sekali mengambil point of view ini. Cerita ini memang hanya sebuah fiksi, tetapi BBC hampir pasti pernah dialami oleh setiap orang. Termasuk saya. Sayang, dulu saat saya mengalami yang dialami oleh Nikki, buku ini belum ada. Tapi saya tidak akan bercerita tentang masing-masing karakter di buku ini lho, nanti tidak seru lagi dong.
Ada satu ungkapan di buku ini, yang mungkin sounds corny karena saya sering mendengarnya baik di film ataupun di buku lainnya. Saat Nikki mengucapkan sesuatu yang bermakna kurang lebih: “Betapa kita baru merasakan besarnya arti seseorang saat dia sudah tidak ada lagi.” Tetapi biarpun sering mendengar, sewaktu membaca bagian ini cukup membuat saya menangis. Tetapi jangan kuatir, BBC bukanlah cerita sedih kok. Karena tokoh mamah yang funky membuat saya tertawa, contohnya sewaktu di bagian mamah dan papahnya Nikki yang kabur dari rumah karena enggan bertemu dengan Maddy. Siapakah Maddy itu? Nah, itu PR buat anda yang belum membaca BBC ?
Satu hal yang menarik dari BBC adalah campuran bahasanya, bahasa Inggris dan Indonesia. Perpaduan 2 bahasa inilah yang membuat BBC semakin tidak membosankan untuk dibaca. Apalagi karena saya penggemar puisi, saya sangat terkesan pada puisi The Walrus and The Carpenter, karena menarik bagaimana penulis memadukan penempatan puisi yang menurut saya sangat sastra ini pada sebuah buku teenlit.
Saya ini termasuk pemilih dalam membeli buku, tapi untuk bukunya Primadona Angela yang keenam ini, saya khusus ke toko buku untuk membelinya. Karena saya tertarik dengan cover bukunya yang berwarna coklat dengan gambar si karakter Monique, Rich dan Leroy adeknya Monique.
Seperti yang saya bilang tadi di awal, BBC mengingatkan saya pada “abang” saya dulu. Hmm, apa kabarnya ya si “abang?” Anyway, walaupun BBC bergenre teenlit, saya menyarankan semua orang untuk membacanya. Anda akan merasakan suatu memori yang tiba-tiba pasti menyeruak dalam sel-sel otak anda. Seperti yang saya alami.







