Archive for April, 2010

This is like Sex & The City in a more real life. I immediately fall in love with the characters: Robin, Leah, Kate, Amanda, and Olivia. But I’m more attached to Robin, as she developed a peanut allergy and has to suffer from it. As an allergy patient too, I totally understand Robin’s struggle with it.

Photobucket

I love the story, it’s very real. And the surprises in the book is really shocked me, all along I also thought Peter is the 1 who’s death..it turns out…

(not going to spoil the story, hehehe..).

I cannot judge Robin as being selfish as to love Peter, but I’m more to blame Peter as for being a jerk in this case.

Kamu pernah terobsesi sama seseorang gak? Sebegitu obsesinya sampai kamu hapal semuanya tentang orang itu. Dari nama lengkapnya, alamat rumahnya, tanggal lahirnya, sampai seberapa sering dia ganti pacar?

Saya yakin semuanya pernah mengalami fase itu, termasuk saya. Termasuk Rahmi yang sampai mengalami Nymonimous Kronis saking terobsesinya dia sama Nimo, gebetannya sewaktu SMA.

Photobucket

“Cintapuccino” is about finding YOUR Nimo, YOUR obsession, dan tentang betapa banyak ketakutan dan pergolakan konflik pribadi yang harus kita hadapi ketika
obsesi itu tiba-tiba muncul menjadi kenyataan dan mulai mengacaukan ‘rencana
sempurna’ kita. (Quote dari buku Cintapuccino)

Minggu lalu saya mendapat kesempatan nonton Premierenya Cintapuccino, film yang diadaptasi dari Best Selling Chicklitnya Icha Rahmanti di Plaza Senayan.

Film Cintapuccino dibuka dengan adegan keluarga Rahmi (yang diperankan oleh Sissy Priscilla) lagi bermain kartu monyet. Di sinilah penonton dibawa mengenal Raka (Aditya Herpavi), pacarnya Rahmi dan Alin (Nadia Saphira) yang menjadi sahabatnya Rahmi.

Di film ini Sissy Priscilla berhasil memerankan seorang Rahmi yang masih terbayang-bayang oleh Nimonya karena pertemuan yang tak sengaja setelah mereka selama bertahun-tahun tidak ketemu. Sissy juga pas sekali memainkan karakter malu-malunya saat ketemu pertama kali dengan Nimo saat di SMA, apalagi pas adegan November Rain.

Sayangnya, Nimo yang diperankan oleh Miller tidak begitu berhasil membawakan karakter seorang Nimo. Sebenarnya bukan karena aktingnya dia yang tidak bagus tapi lebih karena aksen Malaysianya yang kagok setiap kali menyebutkan “Loe” dan “Gue”. Tapi Miller bisa dapet kok sikap coolnya seorang Nimo.

Film garapan Rudi Soedjarwo ini seperti juga di novelnya, menyajikan tentang masalah yang mungkin “gue banget” untuk banyak orang, yaitu tentang mempunyai seorang “Nimo” yang menjadi obsesi dalam hidup kita. Walaupun filmnya tidak sepenuhnya menghidupkan setiap peristiwa yang di buku, di sini saya pribadi jadi tahu kenapa Rahmi memang tidak berjodoh dengan Raka (yang diperankan oleh Aditya Herpavi). Tapi saya kecewa nih kenapa adegan di Melia saat Rahmi marah-marah sama Nimo tidak diperlihatkan di film ya? Kesannya film ini begitu terburu-buru dibuatnya sehingga produser melupakan small things yang sebenarnya merupakan part of the big things dari film ini.

Satu hal yang saya suka sekali di film produksi Sinemart Pictures ini adalah sound tracknya yang ngena banget, seperti lagu Selamanya Cinta yang dinyanyikan oleh D’Cinnamons.

Andaikan kudapat mengungkapkan
perasaanku hingga membuat kau percaya

Akan kuberikan seutuhnya rasa cintaku

selamanya..

Hmm, penasaran kaan pengen tahu kayak gimana ya film Cintapuccino itu? Dijamin setelah nonton film ini, langsung pada nyari diari lama juga ;)

Disclaimer

d’BC Network adalah sekelompok Konsultan Independen Oriflame yang menjalankan bisnis ini secara online dan offline..

Web ini adalah milik Nahria Medina, anggota d’BC Network dan bukan merupakan web resmi dari d’BC Network atau Oriflame..

Klik di sini untuk mengunjungi web resmi d’BC Network

Teen
  • For Teen
Ask me now..

Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
Wanna be like her?
  • Work at Home