Archive for July, 2010
Masih inget sama Petir?
Penghuni Terakhir, sebuah Reality Show garapan Helmi Yahya yang ditayangkan di ANTV kira-kira tahun 2004. Sekarang Petir kembali hadir, masih dengan format yang sama yaitu mengumpulkan 20 orang yang berbeda karakter dalam 1 rumah senilai 1 Milyar Rupiah untuk memperebutkan rumah itu. Setiap wiken (Sabtu) akan ada malam ekstradisi, yaitu 1 orang yang akan tereliminasi.
Di reality show ini ada 4 orang yang dipilih setiap minggunya melalui games. 4 orang yang selalu dipilih setiap minggu adalah:
1.Boss
Siapapun yang terpilih jadi boss di minggu itu yang pasti ia berkuasa penuh di rumah selama seminggu, bebas dari eliminasi dan berhak dan wajib menyelamatkan 1 dari 3 orang yang memiliki SMS terendah di malam ekstradisi.
2.Jongos
Posisi ini posisi baru yaa di Petir, karena tahun 2004 belum ada. Tugas jongos ya (maaf) pembantu.
3.Pemegang kunci
Jadi di malam ekstradisi tiga orang yang mendapatkan SMS terendah itu akan dikalungi oleh kunci untuk ditarik oleh sang pemegang kunci.
4.Imuniti
Posisi ini juga posisi baru, yang memiliki kartu Imuniti itu enak banget karena di malam ekstradisi bila namanya termasuk dalam 3 orang yang memperoleh SMS terbawah..ia berhak menukarkan dirinya dengan peserta lainnya.
Setiap hari jam 21.00 WIB di ANTV akan ditayangkan Beranda Petir (keseharian mereka di rumah) dan setiap Sabtu di jam yang sama akan ditayangkan secara live malam ekstradisi.
Dari judulnya saja ketauan banget kalau nyontek’ film Hollywood I know What You Did Last Summer
Tapiii saya masih berusaha positif deh pas duduk buat nonton film ini, sayangnyaaa… setelah 15 menit pertama kesimpulan saya: film ini adalah film thriller yang gagal total.
Kalau ceritanya sendiri itu: 2 orang wanita dewasa yang merasa gak puas sama pacar masing-masing yang akhirnya membuat mereka memutuskan buat tukeran pacar. Pertukaran dimulai dengan masing-masing mendelete pacar mereka dari list friend dan mulai menggoda pacar satu sama lain.
Diatas kertas sebenarnya tema cerita ini bisa berhasil, kalaauuuu saja dikemas dengan lebih cantik dan tidak perlu dibumbui dengan kalimat-kalimat kasar dan adegan 17 tahun yang sangat klise. Ditambah dengan acting pemainnya yang maaf ‘rada kacangan.’
Hmmm tapi Yaya tetap nyari 1 adegan favorit siih dari film ini, hehee..maksa.
1 adegan favorit:
saat sang kakak ngaku kalau dia gay.
Itu 1 adegan yang paling sukses di film yang berdurasi 1 jam lebih ini.
Menurut Yaya, film ini adalah contoh film yang dibuat tanpa riset terlebih dahulu. Hal ini keliatan sekali, karena disini digambarkan situs jejaring sosial Facebook hanya berdampak negatif.
Kesimpulannya: film ini gak recommended







