Poster film Tanda Tanya emang menyolok banget di bioskop hari itu. Jelas berbeda, saat posternya disandingkan diantara film-film hantu-hantuan (yang maaf, menurut Yaya gak penting banget).
Kali ini saya gak bermaksud bercerita ulang tentang filmnya ya, karena itu bisa dibaca di http://filmtandatanya.com .
Film ini seperti filmnya Hanung Bramantyo sebelumnya KEREN, BIKIN MIKIR dan emang nontonnya harus menggunakan OTAK KANAN
Satu hal yang jelas, Temanya gak sederhana,
yaitu perbedaan agama dan bagaimana kita menyikapinya.
Tau gak, entah kenapa saat mau nyeritain film ini Yaya malah merinding sendiri. Masih terbayang salah 1 adegan favoritku di film itu..
yaitu saat Rika yang lagi menghadiri kelas di gereja menuliskan versinya tentang Tuhan. Rika menulis:
Tuhan itu Ar Rahman..
Tuhan itu Al Malik..
Adegan itu singkat tapi sudah mengandung makna yang dalam. Kalau menurutku niih melalui adegan ini Hanung mau ngomong ke kita “agama kita boleh berbeda tapi sebenarnya definisi tentang siapa itu Tuhan..adalah sama.”
Eh, satu lagii yang aku suka di film itu:
Saat Soleh lagi berlatih menjadi Yesus di mesjid. Saat itu ia lagi berlatih sendirian, tiba-tiba dikagetkan oleh ucapan ustadz: “udaaah, udah mirip Yesus.”
Oyaaa seperti biasa Hanung sedikit mengulas tema “restoran tutup di siang hari saat bulan Ramadhan.” Pernah kepikir gak, kalau restoran yang pemiliknya nonmuslin itu benar-benar mau menghormati umat muslim yang lagi puasa..makanya mereka tutup di siang hari?
Jadi gak sekedar “karena himbauan pemerintah..”
Sedikit copy paste dari situs film ?:
Film ke-14 Hanung Bramantyo ini mengisahkan tentang konflik keluarga dan pertemanan yang terjadi di sebuah area dekat Pasar Baru, dimana terdapat Masjid, Gereja dan Klenteng yang letaknya tidak berjauhan, dan para penganutnya memiliki hubungan satu sama lain.
Film ? menyisakan Tanda Tanya buat Yaya sendiri:
Kalau emang agama kita berbeda, buat apa harus dipaksakan untuk sama?
Kalau emang kita bisa bersahabat, berteman bahkan berkeluarga dengan orang yang keyakinannya berbeda dengan kita..kenapa harus dipermasalahkan?
Kenapa harus ada amarah kalau kita bisa hidup tenang?
Intermezzo: abis nonton bisa foto bareng Reza, pemeran Soleh








bagus bu ulasannya
jd nambah pengen nonton
haha… aku malah belum sempat kemana2 ini… ^^
selamat berakhir pekan nan panjang yaa…
(jd kepikiran novelku satu saat di filmin nih hehe… *ngarep.com)
sepakat kak yaya!! banyak yang terlalu mentah menilai film ini. Baru liat resensi udah keder duluan. dianggap akan merusak akidah. padahal tanpa film ini udah banyak kebobrokan terjadi di negri ini terutama masalah akidah.