Archive for the Category » Mystery & Thrillers «

The Messenger (TM)

Jumlah halaman: 192 hal
Penerbit: PT.Gramedia Pustaka Utama

Siapa sih yang tidak mengenal internet di jaman sekarang ini? Bahkan keponakan saya yang berusia 5 tahunpun sudah dapat mengakses situs Barbie favoritnya. Dari internet kita dapat memperoleh berbagai macam hal, dari mencari berita, berjualan dan belanja sampai mendapatkan teman baru atau bahkan mencari jodoh. Kegunaan internet yang terakhir dapat dilakukan dengan cara chatting melalui messenger. Chatting inilah yang menjadi inti cerita di buku yang memiliki cover berwarna hitam dengan dilengkapi gambar seekor kucing putih dan monitor serta keyboardnya.

Cerita ini berawal dari sebuah chatting antara LelakiKelam dan Mpus_imut70. Kalau anda seperti saya yang sedikit beranggapan, “yaaah, ini cerita chatting biasa antara seorang pria dan wanita yang memiliki ending kalau tidak bahagia pasti sedih.” Nanti dulu, karena di lembar-lembar selanjutnya anda akan kaget seperti saya. Banyak hal di buku ini yang sangat jauh berbeda dari buku-buku lainnya.

Photobucket

Gaya bahasa. serta permainan kata

Siapa yang mengira kalau buku ini ditulis oleh 4 orang yang berbeda tempat tinggal yang lebih sering saling kontak melalui email dan chatting? Karena rangkaian kalimat-kalimat yang tertuang di sini bisa dibilang bervariasi tapi tetap di jalur yang sama. Campuran antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris kerap dipilih dalam chatting antara LelakiKelam dan Mpus_imut70, dua tokoh utama The Messenger (TM). Ditambah lagi dengan gaya bahasa yang sedikit nakal, keempat penulis ini sukses membawa pembacanya seperti terbang ke khayalan kita sendiri.

Mpus_imut70: Ngomongin yang lain aja. *buka kancing baju, gerah juga*

Berani. Itu yang ada dalam benak saya saat membaca lembar demi lembar buku ini. Baik Jaf, Tuteh, Elsa, atau Uyet tidak terjebak dalam pemilihan kalimat yang selalu baku dan dalam jalurnya’. Karena masih sedikit penulis Indonesia yang yang mau mencoba bermain dengan kata di luar yang biasanya, menurut saya mereka berempat sudah keluar dari jalur kenyamanan menulis.

2 karakter utama yang misterius

Jujur saat saya mengawali membaca The Messenger ini, saya cukup dibuat bingung dengan cerita yang berloncatan dari kisah yang dibawakan dari kacamata karakter LelakiKelam ke kisah yang diceritakan dari sisi Mpus_imut70, sampai saya harus berulang membolak-balik lembar buku ini. Kalau saya boleh memilih dua kata untuk mendeskripsikan apa pendapat saya mengenai kedua karaktek di sini, saya memilih kata: keren dan gila. Karena sepanjang saya membaca buku, baru kali ini saya menemukan suatu (dua malah) karakter yang begitu twisted, confusing dan tidak dapat dideskripsikan.

Ending yang…

Saya sengaja tidak mengisi titik-titik di atas, karena saya akan membiarkan pembaca lainnya mengambil kesimpulan mereka sendiri bagaimana akhir cerita ini. Akhir cerita ini boleh dibilang open ending, membiarkan kita sebagai pembaca mereka-reka sendiri bagaimana akhir kisah ini. Tapi, buku ini bisa juga dibilang berakhir dengan menggantung (dengan kata lain: kurang jelas bagaimana sebenarnya para penulis ini ingin mengakhiri buku ini: sedih atau happy ending?).

The Messenger benar-benar mengubah cara berpikir saya selama ini mengenai dunia maya dan dunia perchattingan. Bisa dibilang TM tidak hanya menyuguhkan kisah percintaan yang penuh intrik misteri saja, melainkan juga menyimpan pesan yang tersembunyi dalam balutan kalimat-kalimat yang tidak biasa.

Harry Potter: Akhir dari perjuangan panjang

Photobucket

Penerbit: Bloomsbury Publishing
Jumlah halaman: 607 halaman

Setelah penantian yang terus-terang cukup membuat jantung berdebar, akhirnya buku Harry Potter yang ketujuh terbit juga. Bab pertama dibuka dengan Avada kedavra, sebuah pembunuhan yang dilakukan oleh. Ceritapun bergulir dengan misi penyelamatan Harry dari rumah keluarga Dursley, disusul dengan cerita ulang tahun Harry yang ketujuh belas dan pernikahan Bill Weasley dan Fleur yang berakhir dengan menegangkan karena pada saat pernikahan itu juga terdengar pengumuman bahwa Menteri Dunia Penyihiran, Scrimgeour, telah mati.

Dari situ cerita petualangan Harry yang sebenarnya dimulai. Kalau di buku –buku HP yang sebelumnya Rowling membuat tema tertentu (Philosopher’s Stone, Chamber Of Secret, etc), sebenarnya begitu juga dengan buku terakhir ini hanya saja di buku ini sang penulis membuka tabir misteri satu demi satu: dari kenapa Harry yang dipilih Dumbledore untuk menjalankan misinya, apakah Severus Snape itu baik atau jahat, apakah Harry akan menang melawan Dia – Yang -Tak -Boleh -Disebut –Namanya, sampai apakah akan ada kematian tokoh lagi di buku ini.

J.K.Rowling tidak hanya menyajikan sebuah cerita yang memadukan antara bentuk narasi, deskripsi dan dialog saja, tapi ia juga sangat jenius dalam memadukan ketiganya dalam bentuk petualangan yang menegangkan dengan unsur lucunya plus cerita romantis di dalamnya. Sang penulis kali inipun memunculkan begitu banyak cerita yang berhubungan dengan Death Eaters, pemunculan tokoh inilah yang sebenarnya menambah tegang aura pembacanya.

Para pembaca Harry Potter kali ini mungkin harus bersabar untuk tiba pada bagian akhir cerita, karena rupanya Rowling memilih untuk membuka misteri yang melingkupi Harry Potter dengan pelan, cermat dan seksama. Ini semua bisa dilihat dari caranya menuturkan bab demi bab dengan petualangan demi petualangan yang semuanya menegangkan dan tidak jarang membuat pembacanya harus berteriak seolah ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Harry, Ron dan Hermione.

Tidak hanya menegangkan yang akan didapat dari buku Harry Potter yang terakhir ini, tapi yang membacapun akan mendapatkan banyak sekali pelajaran, contohnya pelajaran tentang arti persahabatan. Seperti yang sudah diketahui kalau Harry, Ron dan Hermione adalah 3 orang sahabat yang saling membantu satu sama lain tapi kali ini mereka akan menghadapi ujian persahabatan yang terberat, yang akan mengajarkan bahwa persahabatan tidak dinilai dari berapa lamanya mereka bersahabat tetapi bagaimana mereka dapat melalui semua ujian yang menghampiri mereka dengan tetap saling percaya..

Akhir yang menyedihkan dan membahagiakan. Yah, silahkan menyediakan sapu tangan yang banyak karena pasti akan ada airmata saat membaca Harry Potter ini, apalagi di saat kematian beberapa karakter juga di saat mengetahui apakah Harry di usianya yang ketujuh belas akan mengalami penderitaan tiada akhir atau kebahagiaan?