Tag-Archive for » Habiburrahman El Shirazy «

Ketika Cinta Bertasbih Episode 2

Photobucket

Jumlah halaman: 412
Penerbit: Penerbit Republika

Setelah buku Ayat-ayat Cinta, saya tidak terlalu menggubris karya-karya Habiburrahman (yang akrab dipanggil Kang Abik ini) lainnya. Sebut saja Ketika Cinta Berbuah Surga, Di Atas Sajadah Cinta, bahkan Ketika Cinta Bertasbih (KCB)yang pertama juga luput dari bacaan saya. Tapi karena Sabtu kemarin saya ikut hadir dalam bedah buku ini dan setelah Kang Abik memberikan sedikit spoiler dari buku ini..saya jadi tergugah untuk membacanya sendiri.

Tanpa mengetahui isi cerita KCB yang pertama saya mulai membaca lembar demi lembar buku ini. Lagi-lagi penulis menunjukkan kepiawaiannya berpuisi, seperti yang tertuang dalam puisinya tentang definisi cinta pada Bab Ketiga. Kalau orang lain mungkin berpuisi dengan jalinan kalimat-kalimat yang sangat puitis dan penuh dengan kosa kata baru..di sini Kang Abik cukup menyuguhkannya dengan kalimat-kalimat sederhana tapi sangat menyentuh.

Menurutku,
cinta adalah kekuatan
yang mampu
mengubah duri jadi mawar,
mengubah cuka jadi anggur,
mengubah malang jadi untung

(dikutip dari hal.68)

Bisa dibaca sendiri, pemilihan kata-katanya adalah kata-kata yang sangat umum dipakai sehari-hari kan? Tapi di situlah kelebihan karya-karyanya Habiburrahman El Shirazy.Sederhana tapi menyentuh kalbu. Tentu saja buku ini tidak melulu diisi dengan puisi tapi juga inti ceritanya sendiri tentang perjuangan seorang Azzam sepulangnya dari Cairo untuk merintis usaha dan mencari belahan jiwanya.

Jujur, saya sedikit banyak tersentil sekali dengan kisah pencarian jodohnya Azzam ini. Pada bagian ini, penulis tidak mencekoki pembaca dengan cerita klasik seseorang yang dengan mudahnya bertemu dengan pasangannya..tapii penulis malah menuliskan kisah sebenarnya (kesulitan banyak orang dalam kehidupan nyata dalam bertemu dengan jodohnya).

Jangan juga mengira cerita Azzam mencari jodoh akan dipenuhi dengan berbagai kesedihan..tidak sama sekali! Malah, pembaca akan dibawa tertawa membaca pengembaraannya Azzam sebelum bertemu jodohnya. Bab 18 – Dari Mila hingga Seila benar-benar menghibur lho, bagaimana Azzam benar-benar beritikad bertemu dengan jodohnya. Saya mendapat pesan moral juga dari bab ini, bagaimana penulis menyampaikan ke pembacanya yang masih sendiri untuk bersabar dan tak lupa berusaha juga untuk menyudahi kesendirian mereka.

Tanpa bermaksud membandingkan dengan Ayat-ayat Cinta, di sini juga banyak sekali tertuang pelajaran-pelajaran tentang agama dan kehidupan. Pelajaran yang benar-benar baru bagi saya adalah tentang ilmu titen. Walaupun ini adalah sebuah pengetahun tapi penulis juga menyuguhkannya dengan tidak menggurui dan bertele-tele, bahkan sebaliknya: menghibur sekali.

Untuk sebuah buku bertemakan pembangun jiwa (sesuai yang tertulis pada cover bukunya)..Ketika Cinta Bertasbih Episode 2 ini bisa dibilang lengkap: ada cerita cintanya, sarat dengan ilmu tentang agama, indah dengan cuplikan puisi-puisinya dan sangat menyejukkan hati pembacanya.