Penerbit: Gagas Media
Jumlah halaman: 168 halaman
Kata orang cinta pertama tidak akan pernah bisa dilupakan (walaupun mungkin akhirnya jodohnya bukan sama si cinta pertama itu). Saya juga percaya sama cinta pertama, yakin juga dengan satu ungkapan yang tertulis di sampul depan buku ini: true love lasts forever.
Sebenarnya siiih saya agak-agak males kalau baca buku dari adaptasi film, apalagi kalau saya sudah nonton filmnya juga. Gak seru kaaan. Tapi kali ini saya sengaja menahan diri untuk gak nonton filmnya dulu. Selamanya untuk sebuah novel bisa dibilang sangat light buat dibaca..karena tidak seperti novel bergenre romantis lainnya, di sini pembacanya tidak perlu sampe mengerutkan kening buat berpikir.
Sedikit bocoran tentang novel ini: kita bisa membaca kisah seorang lelaki yang tampaknya hidupnya sudah sempurna: memiliki pekerjaan, mencintai dan dicintai oleh seorang wanita dan akan menikah dengannya. Hampir sempurna, karena satu peristiwa di suatu malam hari..hidup hampir sempurnanya berubah total.
Baca novel ini, saya jadi teringat dengan 1 ungkapan: bila masa lalumu mengetuk kembali dalam kehidupanmu, apakah kamu akan membukakan pintu untuknya atau membiarkannya?
Mungkin sebagian orang bilang novel ini terlalu mellow dan penuh dengan bahasa yang puitis. Bukan mellow sebenarnya, tapi romantis. Menurut saya nih, Rio sebagai penulis sudah dapat menggambarkan dengan jelas kecintaan seorang lelaki dengan cinta pertamanya. Walaupun pada bagian lelaki itu harus memilih, saya bilang terlalu cepat alurnya sampai ia menjatuhkan pilihannya.
Ada satu sindiran di buku ini yang saya suka banget. Saat Chacha (tokok lain di buku ini) selesai ber-striptease ria depan clientnya dan saat clientnya meminta ia untuk memberikan service’ lainnya..Chacha malah menjawab: “Kalau mau begituan, Om cari pelacur saja. Saya penari.”
(Jadi mikir kan, bedanya apa antara dua itu)
Good point, Rio..
Kalau boleh milih di antara puluhan kalimat romantis di novel Selamanya..favorit saya yang ini:
“Bersamanya, kamu jadi membara. Kamu jadi hidup.”
Ngomong-ngomong, abis baca novelnya..saya jadi ingin nonton filmnya.






